[ONESHOOT FF] There's No Second Left To Apologize

Judul: There’s No Second Left To Apologize Author: Kim Chaeri Cast: - Choi Siwon - Choi Jimin - Choi Kyuhyun *disini jadi Choi Kyuhyun, ne? Gwenchana?? Genre: Sad, Romance, Tragedy Author Said... Annyeong~ Cha buat FF kilat lagi ^w^ Ini terinspirasi dari Heebum yang ga nikah-nikah #dicakarHeechul (?) Ehhmm.. Ehhmmm! Ini ga terinspirasi dari siapapun -___- *lirik Heebum bete Jja! Ini pertama kalinya Cha buat FF dengan Main Cast CHOI SIWON~ *Jengjengjengjeeeng Tapii, mian, Wonppa.. Ini genre nya sad, hehe... *dalem ati si Siwon .... Jahat bener deh ini author, masa baru pertama kali maen jadi bintang utama, uda dibikin mewekkk #siwongaterima Hehe, sudahlah terima saja nasibmu oppa ^^ Dan tanpa basa basi babibu lagi, silahkan baca chingudeul~ Hope u like it ^.^ =_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_= -Prolog, Author POV- Siwon meletakan buku yang sejak tadi dibacanya. Jimin, istrinya masih berkutat dengan PSP milik adik Siwon, si maniak game, Kyuhyun. Dengan malas ditariknya PSP Kyuhyun dari istrinya. “Sampai kapan kau jadi simpanan PSP ini?” “Mwo??” Jimin tidak mengerti dengan ucapan Siwon, membuat suaminya tertawa kencang. “Hahahaha...! Yaaaa..Jinjja paboya! PSP ini milik Kyuhyun, kan? Kyuhyun adalah kekasih PSP ini, sedangkan kau hanya simpanannya. Arra?” tanya Siwon geli. “Ahh..Arraseo. Dan kau jadi namja yang terluka hatinya karena punya istri yang lebih memilih untuk bermain game daripada bermesraan bersama suaminya?” “Eung.. Chagi, setelah kita sampai.. Aku ingin kita bermesraan total denganmu. Aku ingin kita punya Siwon junior, atau Jimin junior! Bagaimana jika sepanjang bulan madu ini kita mencobanya?” usul Siwon sambil mengerlingkan matanya pada Jimin. “Yaaaa! Suami mesum!! Aku sudah bilang, kan! Aku tidak ingin memiliki anak dulu..” omel Jimin. “Tapi aku inginn~” ucap Siwon manja. “Shiro! Buat dengan yeoja lain saja...!” “Ani, aku mau denganmuu~” ucap Siwon lebih manja lagi. Jimin mem-poutkan bibirnya. Pertanda sebentar lagi ucapan khas mematikannya akan keluar. Tentu saja Siwon mengerti kebiasaan Jimin, justru ia sedang menunggu kalimat maut istrinya itu. “Aku membencimu!” Siwon tersenyum lebar. “Haha..! Benar dugaanku. Kau akan bilang begitu.” “Aku pindah!” seru Jimin kesal, berpindah ke kursi penumpang yang kosong. Yup! Mereka sedang dalam perjalanan, dengan pesawat menuju pulau Jeju untuk berbulan madu setelah setahun menikah. Siwon memang selalu sibuk dan tidak punya waktu untuk berbulan madu lebih awal. Sebagai pewaris tertua dalam keluarganya, Siwon harus bisa menggantikan appanya menjadi direktur utama perusahaan keluarga Choi. Karena mereka menumpangi Executive Class, hanya sedikit kursi yang terisi, sisanya kosong seperti deretan kursi yang kini salah satunya diduduki Jimin. “Jimin~” panggil Siwon manja. Namun Jimin semakin menjauhinya dengan pindah ke kursi paling pojok. “Jangan dekati aku!” “Chagiyaaa~” Siwon semakin senang melihat Jimin memajukan bibirnya lebih ekstreem. “Aku membencimu! Dan kau tidak akan pernah bertemu denganku lagi! Aku membencimu!!!” Siwon tersenyum jahil, namun senyumannya hilang ketika mendengar isak tangis istrinya. Siwon pun melepas sabuk pengamannya dan beranjak menuju deretan kursi. Siwon hendak meraih bahu istrinya, meminta maaf padanya.... -Still Author POV, now- Siwon menutup laptop miliknya, lalu melirik ke arah kasur mereka, kasurnya dan Jimin. “Oppa! Semua sudah siap! Kau mau makan jjangmyeon?” tanya Jimin dari dapur. “Ne.. Jangan lupa siapkan kantung plastik. Siapa tau aku muntah setelah memakannya..” ucap Siwon jahil. Jimin keluar dari dapur dan menjewer suaminya lalu menyeret namja itu ke meja makan. “Aiisshhhh... Percuma aku membeli villa ini khusus untuk kita berdua jika kau tidak bersikap romantis padaku..” keluh Siwon. “Yaaaa! Kau sudah menghina masakanku...! Tentu saja aku tidak terima. Jika ingin diperlakukan manis, berbicaralah yang manis.” omel Jimin. “Hehe.. Iya, chagi. Mianhae.” ucap Siwon. “Berhentilah meminta maaf padaku.” komentar Jimin kesal. “Tidak akan pernah.” Siwon menatap Jimin dalam. Dalam tatapannya tersirat kesedihan yang mendalam. Jimin melihat pancaran mata Siwon pun segera memeluk namja itu. “Hari ini.. Kita akan bermesraan bersama. Aku janji.” ucap Siwon. @Jeju Beach “Oppa! Hahahaha...” tawa Jimin ketika Siwon berhasil menangkap tubuh Jimin, setelah keduanya berlarian di tepi pantai bermain kejar-kejaran. “Jimin-ah.. Aku ingin ini..” pinta Siwon sambil menunjuk bibir Jimin. “Kau ingin menciumku?? Belikan dulu aku ice cream!” “Baiklah! Jangan kabur, ne???” Siwon berlari meninggalkan Jimin. Seorang ajjushi penjual ice cream melebarkan matanya melihat Siwon berlari mendatanginya. “Aigoo... Namja gila itu datang lagi..” batin si ajjushi. “Ajjushi! Aku beli dua ice cream,” “Vanila dan coklat..” batin si ajjushi, mendului pesanan Siwon. “Rasa vanila dan coklat..!” lanjut Siwon mantap. “Kau yakin beli dua?” tanya si ajjushi, dengan tatapan kasihan. “Yakin!” jawab Siwon mantap. Ajjushi itu pun memberikan ice cream pesanan Siwon. Membiarkan Siwon berlari ke tepi pantai. “Kasihan, masih muda tapi sudah gila..” gumam si ajjushi. *** “Oppa! Kenapa ada festival disini?” tanya Jimin heran, melihat banyak penduduk pulau setempat sedang merayakan sesuatu. “Ahh, festival ini.. Semacam kepercayaan mereka. Festival yang membuang nasib sial.” jawab Siwon. “Benarkah?” tanya Jimin senang. Siwon menggeleng pelan, tersenyum miris pada Jimin. “Tidak, itu tidak benar. Karena aku tetap saja bernasib sial.” ucap Siwon. Jimin menatap Siwon dengan mata yang berkaca kaca. “Tidak! Kita akan bersenang senang hari ini, bukankah kau berjanji padaku???” Jimin menggenggam tangan Siwon erat. “Baiklah, mari kita bersenang senang .Menikmati festival ini. Kau mau apa?” tanya Siwon, berusaha bersikap tenang dan menghilangkan raut kesedihan di wajahnya. “Aku... Kyaaa~ Itu! Boneka itu oppa! Kau harus menang bermain lempar lemparan itu...” ucap Jimin sambil menunjuk kearah kaki lima *etdah thor, masa ada pkl di pulau jeju -__-* yang menyediakan permainan lempar lemparan untuk mendapatkan hadiah berupa boneka. “Hanya itu?” tanya Siwon, dirangkulnya bahu Jimin. Berusaha menjaga Jimin agar tidak meninggalkannya untuk yang kedua kalinya. Lebih tepatnya, untuk yang ketujuh kalinya. -Kyuhyun POV- Aku melirik ponselku yang bergetar. Nama itu muncul lagi. Sama seperti tahun-tahun lalu. Prof. Gang Seuk Calling Kugerakan jariku untuk menyentuh layar handphoneku. Reject Sudah cukup membuatnya bingung. Lebih baik membiarkan Siwon hyung pergi. Drrrttt....Drrrrtttt.... Aisshhh... Dasar orang kolot! “Halo..” jawabku malas. “Kyuhyun-sshi! Siwon-sshi! Dia-“ “Biarkan saja. Aku akan menjemputnya nanti.” potongku cepat. “Ooh.. Baiklah. Tapi, kalau dibiarkan terus...” “Apa? Tidak baik untuk dirinya??? Kau harus melihat ini dari sisinya juga., Profesor.. Siwon hyung tidak ingin kehilangan sedetikpun...” ucapku datar. Membuat Profesor kolot ini menyerah dan menuruti perkataanku untuk membiarkan Siwon hyung. Hari ini, tanggal itu, bukan? Tanggal 27 Oktober... -Author POV- “Kau mau apa lagi?” tanya Siwon ramah sambil menatap lembut Jimin yang tengah memakan kembang gula yang mereka beli tadi. “Aku mau itu! Kau belum pernah membelikan aku kimono, meskipun aku sudah memintanya...” Jimin memeluk lengan Siwon, membuat Siwon semakin takut kehilangannya. “Mianhae...” ucap Siwon, merasa bersalah akan hilangnya setiap detik untuk membahagiakan Jimin. “Gwenchana.. Sekarang ayo kita beli!” “Ne..” Seorang yeoja yang merupakan putri pemilik toko kimono itu menautkan kedua alisnya, heran dengan kedatangan Siwon. “Eomma, bukankah itu namja yang dulu? Apa dia akan bertingkah aneh lagi?” tanya yeoja itu pada ibunya. “Ahh.. Dia datang lagi. Berikan eomma meteran disana!” perintah eommanya. “Untuk apa?” tanya anaknya heran. “Mengukur tubuh yeoja, istri namja itu.” ucap sang eomma. Tatapan tidak percaya anaknya membuat sang eomma semakin prihatin dengan namja yang berjalan semakin dekat ke arah mereka. “Selamat malam..” sapa Siwon. Yeoja penjual kimono melirik eommanya yang membalas sapa Siwon dengan sangat ramah. “Istriku, dia ingin membeli kimono.. Dia ingin warna merah muda.” ucap Siwon menjelaskan, ajhumma penjual kimono mengangguk pelan. Didatanginya Jimin, ah tidak, Siwon lah yang didekati ahjumma penjual kimono. Tangannya bergerak seakan akan mengukur tubuh yang kasat mata disebelah Siwon. Setelah selesai, ahjumma itu mendekati lemari kayu dan mengambil sebuah kotak. Dibukanya kotak itu dan mengambil sebuah kimono. “Baiklah, Kimono ini akan pas dengan tubuhnya.” ucap si ahjumma sambil menyerahkan kimono berwarna merah muda pada Siwon. Putrinya hanya bisa diam melihat tingkah ibunya. “Ne, gamsahamnida..” ucap Siwon sambil membawa kimono baru untuk Jimin. “Eomma.. Tadi apa yang eomma lakukan? Apa seperti tahun lalu??” tanya yeoja putri si ahjumma. “Tadi eomma menjual kimono untuk istri namja itu. Sama persis seperti tahun lalu.” *** “Oppa.. Kenapa banyak sekali orang dikuil itu?” tanya Jimin heran. “Ooh.. Itu... Mereka percaya doa mereka akan terkabulkan jika berdoa disana.” jawab Siwon. “Kalau begitu berdoalah!” ucap Jimin senang. “Ne.. Aku selalu berdoa disana. Berharap semuanya tidak pernah terjadi... Jimin, mianhae...” “Oppa...” “Seharusnya aku tidak membuatmu marah. Tidak membiarkanmu pindah kesana..” “Ani, oppa.. Ini memang takdirnya.” “Dan membiarkan aku kehilanganmu?!” Siwon meraih tubuh Jimin, memeluknya erat. “Oppa.. Kau tidak perlu meminta maaf.” “Ani! Aku harus meminta maaf kepadamu.” “Wae?” “Karena kalimat terakhirmu, kau berikan kepadaku. Dan kalimat itu...” Siwon merasa airmatanya tidak bisa dibendung lagi. “Kau bilang kau membenciku! Mianhae! Aku telat meminta maaf dan mengubahnya!” Siwon terisak pelan. Diciuminya puncak kepala Jimin. “Oppa...” Jimin tidak bisa berkata-kata lagi. Airmatanya juga sudah membasahi pipinya. Cup! Siwon mencium bibir Jimin. Cukup lama, seakan-akan dia tidak akan pernah melihat Jimin lagi. Setelah melepaskan bibirnya dari bibir Jimin, isakkan Siwon terdengar semakin keras. “Kau bilang aku tidak akan bertemu denganmu lagi... KAU BENAR JIMIN! KAU MENINGGALKANKU...!!!” “Hyung...” Siwon menoleh ke sumber suara, dongsaengnya berdiri disitu, menatapnya pilu. “Ayo kita pulang..” ucap Kyuhyun, diulurkannya tangannya, berharap Siwon mau meraihnya dan ikut pulang ke Seoul. “Jimin...” gumam Siwon, diliriknya sosok yang tadi ada dipelukannya. Sosok yang kini hilang kembali,menyisakan rasa sakit di hatinya. “Jimin sudah meninggal hyung. Biarkan dia tenang disana.” -Epilog, with Author, Flash Back - Siwon tersenyum jahil, namun senyumannya hilang ketika mendengar isak tangis istrinya. Siwon pun melepas sabuk pengamannya dan beranjak menuju deretan kursi. Siwon hendak meraih bahu istrinya, meminta maaf padanya.... Braaaakkkkk!!! Suara keras di telinganya disertai rasa sakit di seluruh tubuhnya membuat Siwon tidak sadarkan diri. Yang ia tau, saat itu tubuhnya menabrak sesuatu dan semuanya menjadi gelap. .... “Tuan! Tuann!! Anda masih hidup? Ada yang hidup disini! Hey! Ada yang masih selamaaat!!!” Siwon mengerjapkan matanya. Melihat beberapa orang mengerubuninya dan membawanya keluar dari rongsokan besi yang besar. Atau lebih tepatnya sebuah bangkai pesawat... “Tenanglah, anda akan dibawa ke rumah sakit.” ucap salah satu relawan yang membantu proses evakuasi. “Apa....Yang.. Ter.. Terjadi?” tanya Siwon terbata-bata. “Pesawat yang anda tumpangi mengalami kecelakaan...” Degg! Siwon langsung melompat dari mobil ambulance yang akan membawanya ke rumah sakit. Tidak peduli dengan rasa sakit yang menjalar di seluruh tubuhnya dan bercak darah di kemeja putihnya. “Tuan! Apa yang anda lakukan!!! Anda butuh perawatan medis! Tuann!!!” Siwon tidak mendengarkan ucapan mereka semua. Tatapannya liar mencari-cari kursi dimana dia dan Jimin- Tidak, Jimin dan dia berpisah... Jimin ada di.. “Jimin-ah..” gumam Siwon, menatap rongsokan besi yang sudah tidak berbentuk lagi, dengan darah yang mengalir dibawah, menyentuh ujung sepatunya. “Disini..Jimin!” teriak Siwon, berusaha membuka besi yang sudah tidak berbentuk, menutup tubuh Jimin yang penuh darah. “Tolong! Istriku terperangkap di dalam!!!” teriak Siwon. “Dia tidak mungkin masih hidup! Darahnya... Banyak sekali darah dari dalam!” “Dia sudah meninggal! Tubuhnya terjepit badan pesawat!” “Dia tidak mungkin selamat...” Siwon menggelengkan kepalanya kuat, berusaha menepis ucapan orang orang yang kini ikut membantunya untuk membuka ringsekan pesawat itu tapi- “Ji-Jimin!” Tubuh Siwon ambruk ketika melihat istrinya, Jimin, istrinya yang cantik.... Meninggal dengan bentuk tubuh yang tergencet sudah tidak beraturan... Jimin meninggal dalam kondisi yang sangat mengenaskan...... The End... =_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_=_= Pheww~ Akhirnya selesai jugaa #ngelapkeringat Gimana gimanaaa? Serem yaah *eh Mohon beri saran dan kritik ne, biar Cha bisa nulis lebih baik lagi.. Tunggu! Ni Ep-ep ada amanatnyaa... Jangan menunda sedetik pun untuk membagikan rasa sayang. Karena kita tidak pernah mengetahui berapa waktu yang kita miliki.. Atau yang ia miliki.. Eh ciyeee~ Cha uda puitis #perasaan biasa aja deh -____-“ Terima kasih udah baca~ Gamsahamnida *bow

Annyeong~ Kim Chaeri, inmida :) Naneun ELF-oeyo ^o^ 17 y.o. ELF from Surabaya Indonesia Cho Kyuhyun biased :)
Follow
4.7 Star App Store Review!
Cpl.dev***uke
The Communities are great you rarely see anyone get in to an argument :)
king***ing
Love Love LOVE
Download

Select Collections